Tersambung telpon dengan rianti cartwright
Ku ajukan beberapa pertanyaan tentang islam
Dia bilang baru mempelajari tentang agama
Sama seperti diriku ku bilang
Kuajukan lagi pertanyaan selanjutnya padanya
Awalnya untuk di jawab
Akhirnya ku batalkan
Diriku tertawa
Dirinya tertawa
Enak ngomong dengan dirimu
katanya
Diriku gembira
Tapi tidak tau
apakah itu benar
Atau hanya ucapan
Sapi betina coklat
jatuh di sumur mandi
terbariing ke kanan
Kakinya terbelit
Mengangkatkan kepalanya
Untuk bisa bernapas
Terlihat kelelahan
Kucoba membantu
Tapi berat ku bergerak
Kutarik kakinya sekuat tenaga
tapi
Takut putus dan mati
Ku bantu
Kutolong sapinya sekuat tenaga
sendirian
Tapi gagal mengangkatnya
Beberapa waktu kemudian
Diriku melihat sapinya sudah tidak bergerak
Ku tarik
Berhasil
Tapi Sapinya sudah kaku
Perasaanku sedih
Berharap sapinya hidup kembali
dan diriku tidak terlambat membantunya
Mengunjungi saudara di tempat yang jauh
Bersama sebagian keluarga besar
Bersepede tanpa goncengan
Melewati daratan
Dan lautan
Tiba di rumah saudara
Saudara yang lain sudah tiba duluan
Bersama temannya anak tetangga
kesal
Diriku meminta agar mereka di hantar pulang
Orang tua mereka bisa kehilangan
Mereka bilang Cuma dekat
Sekali belok kiri daratan
Lurus saja
Dan tiba di rumah mereka
Tenang melihat sepeda tanpa
gocengan
Saatnya tidur
Tidur di kasur
Sedikit maju kedepan
Lewati tiang yang tegak
Tak seberapa jauh
Tanggalkan besi hitam di tangan
Letakkan di kasur
Kasur di tekuk besinya berpindah
Ada waktu untuk berkumpul makan
Kembali kerumah
Berjalan kaki berempat
Melewati tanah berdebu
Teman yang satu turun ke sungai
kecil(parit) di samping kiri
Airnya keruh
S erharusnya tidak di depan nanti airnya keruh mengalir
Ada seorang pria tegap tanpa baju
Sedang membersihkan sungai kecil itu
kami tak hiraukan
berjalan sedikit kedepan
di sungai kecil bercabang tiga
kami meliat ular
hanya kepalanya
di atas kepalanya berwarna kulit (coklat)
kiri kananya berwarna putih campuan itam dan coklat
kami peringatkan akan ularnya
pria itu biasa saja
tidak apa-apa,lihat bagaimana diriku menghadapi ular itu
kami tingalkan pria itu
melanjutkan perjalanan
berempat
mulai berlarian
seperti berlomba
dua sudah di depan
satu di belakangku
yang di belakang menyuruhku berlari sekuatnya
iya aku berlari sekuatnya
dapat melewati dua yang di depan
tapi satu yang di belakang lebih cepat larinya
berdua di depan di tanah berdebu di kebun karet
membantu seorang yg kipas anginya
rusak
seorang gadis berjilbab memperingatkan padaku
harus hati-hati
apapun jika tidak hati-hati akan rusak
diriku tdak terima
cuba lihat wajahku di dahiku
apakah ada tulisan perusak?
Dia menjawab tidak
hatiku dongkol juga gembira
bisa melewati gadis cantik berjilbab
Lanjutkan perjalanan
Tiba di rumah
Masih ramai orang
Banyak lalat busuk bertebaran
Dan mayatnya sudah dikuburkan
Meliat kedalam
Tidak ada lagi mayat familiku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar